Elegant Rose - Working In Background

Jumat, 04 November 2016

Puisi : Yang Pergi Oleh Sutarsah

Yang Pergi

Kadang aku tak rela
Akan kepergian mentari
Di ujung senja

Kadang kurasakan
Larut terlampau panjang
Aku tak sabar
Menanti pagi menjelang

Aku harus mulai belajar
Melepas kepergian mentari
Dan menerima
Kedatangan rembulan

Temui aku kembali mentari
Dendangkan kembali
Kidung kesabaranmu

*SUTARSAH*


Puisi : Cerita Anak Manusia Oleh Opet Mustofa

Cerita Anak Manusia


Mentari senyum malu-malu terbit di ufuk timur
Sudut dunia membuka mata anak manusia
Dari gelapnya mimpi indahnya

Mereka berdoa
Mereka meliukan tubuh kecilnya berolahraga
Bergurau dan bercanda peluh mengalir tak dirasa
Membasahi persada
Tanah tumpah darah tercinta

Sang surya perkasa makin tinggi
Menerangi alam semesta
Anak manusia bersenandung ria bernyanyi menari
Dan berseloka menuntut ilmu memelihara budaya
Cerita anak manusia sehat sejahtera harapan bangsanya

Mentari perlahan sembunyi mengakhiri tugas suci
Mengantar mereka anak ceria berdoa kembali
Keperaduannya 'tuk mengongsong mentari esook hari
Dan hari berikutnya memberi kehidupan
Alam semesta tugas mulia dari Sang Maha Pencipta

*OPET MUSTOFA*


Senin, 31 Oktober 2016

Puisi : Rinduku Padamu oleh Nurhayati Ichsan

Rinduku Padamu

Rinduku padamu adalah ombak
Yang berkejaran mengikis pantai
: Tiada letih

Rinduku padamu adalah semilir angin
Menghembuskan smerbak ilalang
: Lembut

Rinduku padamu adalah nyanyian
Yang memanggil-manggil namamu
: Pulang

Bandung, 03 September 1939

Rabu, 26 Oktober 2016

Untukmu Ukhty : Kau Tak Butuh Sepatu Kaca Tuk Jadi Putri Yang Cantik

Wahai ukhty fillah.. Tak perlulah kau pakai sepatu kaca agar kau terlihat cantik seperti putri cinderella. Karena yang membuatnya cantik adalah kebaikan hatinya yang begitu tulus. Lihatlah saja ketika saudara-saudara tiri cinderella mencoba memakai sepatu kaca itu, apakah mereka bisa berubah menjadi wanita yang cantik? tidak bukan?. Iya, karena kecantikan yang sesungguhnya hadir dari hati yang suci.
Kecantikan seseorang tak diukur dari sebera putih kulitnya, seberapa mancung hidungnya, seberapa modis body-nya buakan dari bentuk parasnya yang indah ataupun menawan. Kecantikan itu bukan hadiah sejak lahir, tetapi kecantikan itu diberikan kepada seorang wanita sebagai hadiah dari sikap, sifat juga perilakunya yang indah. Dengan sendirinya kecantikan itu akan menyatu pada diri akhwat yang berbakti pada Tuhannya.
Ukhty, jadilah cantik untuk mereka yang berhak menikmati kecantikanmu, jangan kau biarkan kecantikanmu itu diberikan kepada mereka yang tak ada hak sedikitpun tuk menikmatinya. Relakah kau jika hal itu benar terjadi?
Jadilah wanita yang cantik di hadapan Penciptamu. Rawatlah cantikmu hanya untuk kekasih sejatimu. Berbuatlah yang baik agar bertambah cantikmu. Meski rupamu tak seindah rupa mereka,, jangan bersedih, karena Tuhanmu tak memandang kecantikan rupa umat-Nya.

Selasa, 18 Oktober 2016

Kamu Bagaikan Pelangi Sehabis Hujan

Dear Kamu,

Kamu bagaikan pelangi yang hadir setelah hujan redah
Kamu begitu indah dan mempesona
Hadirmu membawa kecerahan juga kebahagiaan
Namun, Kehadiranmu hanya sementara
Warna indahmu perlahan pudar hingga menghilang
Dan untuk menantimu kembali
Aku butuh waktu yang lama
Dan agar kau hadir kembali
Aku harus rela menghadap hujan yang deras
Menahan rindu yang teramat
Mengubur rasa dalam-dalam
Ku harap kau pelangiku yang abadi

 #lst


Sabtu, 20 Agustus 2016

Tentang malam-malam ganjil Ramadhan

Sunyi Mulia


Cerah langit tak berbintang
Sejuk udara tak berangin
Tak ada kicauan burung
Malam sunyi mulia
Para malaikat turun ke bumi
Mencari insan yang berbakti
Pada Tuhan Pencipta diri
Memberi keberkahan
Juga kebaikan
Berbahagialah mereka
Yang mendapati malam
Lailatul Qodar Ramadhan ini
Ini bukan malam seribu bulan
Ini malam lebih baik dari seribu bulan
Tetaplah bersujud
Tunduk kepada Tuhan


by : Lst Alstrisk