Elegant Rose - Working In Background

Jumat, 24 Maret 2017

Pelangi

Aku Kau dan Pelangi Kita


Pelangi,
Dulu aku sangat mengagumi pelangi
Dulu aku selalu mengharap kehadirannya
Dulu aku selalu tersenyum melihatnya
Namun,
Setelah kisah ini tercipta
Aku tak menyukainya lagi
Dan bahkan
Mungkin aku akan terluka jika melihatnya
Dan menangis ketika mengingatnya
Iya,
Itu karena
Aku merasa bahwa
Masa lalu kita layaknya sebuah pelangi
Begitu indah
Begitu mempesona
Begitu memikat hati
Namun,
Dengan berjalannya waktu
Pelangi itu hilang entah kemana
Pelangi itu pergi tanpa sepenggal kata terucap
Tanpa ada kata "Selamat Tinggal"
Tanpa ada kata "Aku Pergi"
Tanpa ada kata "Kita Cukup Sampai Disini"
Aku takut jika pelangimu itu kembali
Dan lagi merayu hatimu
Dan lagi membuat rasa yang dulu pernah tertanam di hati
Kembali berbunga
Hingga semerbak harumnya menyesakkan dadaku

Rabu, 11 Januari 2017

Untaian Rindu Dalam Do'a


Tentang Rinduku




Semalam,
Dikala semua orang lelap dalam tidurnya
Aku terbangunkan oleh alam
Bermandikan air wudhu
Tuk bertemu Penciptaku
Semalam,
Aku berbincang dengan Tuhanku
Aku mengadukan
Semua yang kurasakan
Aku yakin
Tuhanku tak'kan bosan
Mendengarkan ceritya-cerita sunyi
Yang ku utarakan
Semalam,
Aku meminta pada Tuhanku
Agar menyampaikan rinduku yang menggebu
Kerinduan seorang anak perantauan
Kepada sanak saudara di kampung halaman
Aku berharap
Agar sang waktu lebih cepat berlalu
Semakin sepat waktu berlalu
Semakin cepat kuhabiskan
Kontrak proyekku
Dengan begitu,
Kepulangan akan kujalani
Kembali Melangkah memijakkan kaki
Ke desa tempat kelahiran
Menghabiskan rindu yang mendatangkan pilu
Mengubah duka menjadi bahagia


Minggu, 08 Januari 2017

Do'a Sunyi : Satukanlah Kami

Izinkan Aku Bersamanya Menjalani Hidup Ini


Wahai Tuhanku,
Bolehkah aku merindu pada selain-Mu
Aku merindu-Mu
Aku merindu Muhammad-Mu
Aku merindu Orangtuaku
AKu merindu semua keluargaku
Aku merindu sahabat-sahabatku
Dan..
Akupun merindu seorang ikhwan
Dia bukan Ayahku
Bukan kakak laki-lakiku
Bukan adik laki-lakiku
Bukan pula keluarga laki-lakiku
Dia adalah seorang insan
Yang tak ada hubungan darah denganku
Aku merasa aku menyukainya
Aku merasa aku menyayanginya
Aku merasa aku mencintainya
Rasa ini seharusnya tak boleh aku miliki
Karena waktuku belum tepat untuk hal semacam ini
Haruskah aku berhenti menyayanginya
Haruskah berhenti mencintainya
Jika iya,
Bagaimana bisa aku melakukannya
Sementara semua yang iya perbuat
Membuatku seakin dalam mencintainya
Aku harus bagaimana
Maafkan aku Tuhan,
Aku Mencintainya bukan berarti aku melupakan-Mu
Hanya saja aku adalah wanita biasa yang memiliki rasa cinta
Dan cintaku tertuju padanya
Tuhan,
Bolehkan aku memohon
Agar kelak Kau jadikan dia sebagaij Imam di keluargaku
Dialah yang akan menjadi pembimbing yang baik dalam keluargaku
Aku berjanji tak'kan melupakanmu dan segla kewajibanku
Setelah aku bersatu dengannya
Izinkan aku bersamanya
Untuk menjalani hidup ini
Mencari keberkahan-Mu juga Ridha-Mu
Untuk kehidupan akhirat Kami

#Dee_Lst
#Adinda_Lst

Jumat, 04 November 2016

Puisi : Yang Pergi Oleh Sutarsah

Yang Pergi

Kadang aku tak rela
Akan kepergian mentari
Di ujung senja

Kadang kurasakan
Larut terlampau panjang
Aku tak sabar
Menanti pagi menjelang

Aku harus mulai belajar
Melepas kepergian mentari
Dan menerima
Kedatangan rembulan

Temui aku kembali mentari
Dendangkan kembali
Kidung kesabaranmu

*SUTARSAH*


Puisi : Cerita Anak Manusia Oleh Opet Mustofa

Cerita Anak Manusia


Mentari senyum malu-malu terbit di ufuk timur
Sudut dunia membuka mata anak manusia
Dari gelapnya mimpi indahnya

Mereka berdoa
Mereka meliukan tubuh kecilnya berolahraga
Bergurau dan bercanda peluh mengalir tak dirasa
Membasahi persada
Tanah tumpah darah tercinta

Sang surya perkasa makin tinggi
Menerangi alam semesta
Anak manusia bersenandung ria bernyanyi menari
Dan berseloka menuntut ilmu memelihara budaya
Cerita anak manusia sehat sejahtera harapan bangsanya

Mentari perlahan sembunyi mengakhiri tugas suci
Mengantar mereka anak ceria berdoa kembali
Keperaduannya 'tuk mengongsong mentari esook hari
Dan hari berikutnya memberi kehidupan
Alam semesta tugas mulia dari Sang Maha Pencipta

*OPET MUSTOFA*


Senin, 31 Oktober 2016

Puisi : Rinduku Padamu oleh Nurhayati Ichsan

Rinduku Padamu

Rinduku padamu adalah ombak
Yang berkejaran mengikis pantai
: Tiada letih

Rinduku padamu adalah semilir angin
Menghembuskan smerbak ilalang
: Lembut

Rinduku padamu adalah nyanyian
Yang memanggil-manggil namamu
: Pulang

Bandung, 03 September 1939

Rabu, 26 Oktober 2016

Untukmu Ukhty : Kau Tak Butuh Sepatu Kaca Tuk Jadi Putri Yang Cantik

Wahai ukhty fillah.. Tak perlulah kau pakai sepatu kaca agar kau terlihat cantik seperti putri cinderella. Karena yang membuatnya cantik adalah kebaikan hatinya yang begitu tulus. Lihatlah saja ketika saudara-saudara tiri cinderella mencoba memakai sepatu kaca itu, apakah mereka bisa berubah menjadi wanita yang cantik? tidak bukan?. Iya, karena kecantikan yang sesungguhnya hadir dari hati yang suci.
Kecantikan seseorang tak diukur dari sebera putih kulitnya, seberapa mancung hidungnya, seberapa modis body-nya buakan dari bentuk parasnya yang indah ataupun menawan. Kecantikan itu bukan hadiah sejak lahir, tetapi kecantikan itu diberikan kepada seorang wanita sebagai hadiah dari sikap, sifat juga perilakunya yang indah. Dengan sendirinya kecantikan itu akan menyatu pada diri akhwat yang berbakti pada Tuhannya.
Ukhty, jadilah cantik untuk mereka yang berhak menikmati kecantikanmu, jangan kau biarkan kecantikanmu itu diberikan kepada mereka yang tak ada hak sedikitpun tuk menikmatinya. Relakah kau jika hal itu benar terjadi?
Jadilah wanita yang cantik di hadapan Penciptamu. Rawatlah cantikmu hanya untuk kekasih sejatimu. Berbuatlah yang baik agar bertambah cantikmu. Meski rupamu tak seindah rupa mereka,, jangan bersedih, karena Tuhanmu tak memandang kecantikan rupa umat-Nya.